Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

Paris

Senja telah turun memeluk kota Paris, saat aku langkahkan kakiku ke arah sungai Seine. Seine hanya tinggal beberapa meter dari hadapanku. Semakin dekat aku menemukan siluet tubuhnya yang tinggi membelakangiku. Ia benamkan kedua tangannya dalam saku jaket, pandangannya terpaku melucuti keindahan sungai itu. Aku telah berdiri di belakangnya dalam hitungan detik aku menepuk bahunya dengan setengah menjijitkan kakiku. Aidan tampak terperanjat. Ia segera memutar tubuhnya. “Saila, kau membuatku terkejut.” Ia tampak gemas padaku. “Maaf sedikit terlambat.” Ujarku tanpa rasa bersalah karena telah membuatnya menunggu lima belas menit dari waktu yang dijanjikan. Tiga jam yang lalu, ia menelpon memintaku menemuinya di tempat ini, setelah tiga hari ini kami menginap di hotel. Ia harus bergabung dengan timnya untuk pertandingan kemarin. Sedangkan, aku harus menginap di hotel berbeda dan tidak sedikitpun kami memiliki kesempatan untuk jalan-jalan hanya sekedar menghirup keromantisan kota ini sampai p…