Kunci Kulit Glowing: Exfoliating dan Hydrating

By Fathia Mohaddisa - February 14, 2019

Sepertinya setelah trend K-pop masuk Indonesia, banyak sekali yang ngiler dengan hasil kulit para eonnie-eonnie dan oppa-oppa Korea yang glowing dan dewy. Saya dulu juga sempat ngiler, walaupun bukan pecinta drakor atau Korean music-nya.

Dulu sebelum kenal skincare tapi udah terobsesi pingin punya kulit glowing, segala DIY masker untuk kulit glowing saya coba semua. Mulai dari pakai masker kentang, putih telur, susu dan lain sebagainya.

Ya, ternyata tidak bisa instan, begitu pakai satu kali masker DIY atau satu jenis krim aja.
Setelah sedikit banyaknya belajar skincare, ternyata kuncinya simpel. Rutin. Rutinkan tahap skincare dasar kamu. Setelah kamu lulus atau rutin menggunakan Basic Skincare, namun masih kurang terlihat cerah dan glowing mungkin kamu perlu menambahkan tahapan skincare lainnya yaitu exfoliating atau pengelupasan. 

Eittsss ... Kalau mendengar kata pengelupasan jangan horror dulu ya ... ini bukan macam pengelupasan seperti skincare abal-abal loh ...

Jadi umumnya, sel kulit kita itu akan beregenerasi setiap 28 hari atau akan berganti dengan sel kulit baru dan sel kulit mati akan melepaskan dirinya sendiri, namun seiring bertambahnya usia, kulit kita akan semakin lambat beregenerasi. Sehingga sel kulit mati tidak sepenuhnya luruh dari kulit dan menghambat sel kulit yang baru. Hasilnya, kulit akan terlihat kusam. Selain itu, sel kulit mati pun akan menyumbat pori-pori yang menyebabkan timbulnya komedo, jerawat dan lain sebagainya. Pori-pori yang tersumbat oleh kotoran, debu dan sisa make up juga akan membuat pori-pori terlihat besar. Sebaliknya pori-pori yang bersih akan terlihat samar atau bahasa awamnya nampak kecil.

Untuk itu kita perlu membantu sel kulit mati kmeluruhkan/mengelupaskan dirinya dengan penggunaan produk skincare yang bisa mengeksfoliasi. 

Gambar di ambil dari sini


Apa saja produk skincare yang bisa mengeksfoliasi atau bersifat pengelupasan?

Ada dua jenis exfoliator, yaitu:

1. Physical Exfoliator, seperti namanya. Eksfoliator ini berbentuk fisik, Seperti scrub, Peeling gel, dan alat pembersih wajah yang berbentuk brush seperti clarisonic, serta berbentuk silikon seperti foreo luna. 


2. Chemical Exfoliator, sedangkan eksfoliasi kimiawi ini biasanya berbentuk toner, serum dan ada beberapa dalam bentuk cream dan masker. Eitsss ... Jangan karena namanya pengelupasan kimiawi, lalu keburu parno (lagi) untuk pakai, ya. Eksfoliasi kimiawi justru dipercaya lebih efektif dan efisien untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori.

Bahan-bahan aktif untuk mengeksfoliasi dalam produk tersebut adalah
  • AHA (Alpha Hydroxy Acid), ini biasanya cocok untuk kulit kering dan mature. Karena selain membantu mengelupas sel kulit mati, aha juga bisa memberikan kelembaban dan merangsang produksi kolagen alami dalam kulit. Beberapa jenis AHA, di antaranya, Glycolic Acid, mandelic acid, malic acid, citric acid, dan lactic acid
  • BHA (Beta Hydroxy Acid), biasanya digunakan untuk kulit berminyak karena kinerjanya lebih dalam, dibandingkan aha yang bekerja di permukaan kulit, BHA ini bisa menembus minyak dan membersihkan pori-pori sehingga bisa mencegah dan mengurangi komedo dan jerawat. Beberapa jenis BHA adalah Salicylic dan Betaine Salicylic.
  • PHA, diantara kedua jenis eksfoliasi kimia di atas PHA ini lebih mild dan diyakini aman untuk kulit sensitif. Jenis PHA adalah lactobionic acid dan Gluconolactone.

Contoh-contoh produk Chemical Exfoliation adalah
  • Wardah White Secret Exfoliating Lotion (AHA)
  • Wardah Tightening Pore Toner (AHA)
  • Hadalabo Tamagohada Mild Peeling (PHA)
  • Pixi Glow Tonic (AHA)
  • Cosrx BHA Blackhead Power Liquid (BHA)

Jika masih ragu menggunakan dua produk eksfoliasi di atas, sebetulnya ada cara lain untuk mengeksfoliasi kulit. Seperti menggunakan clay mask atau mud mask. 


Perlu diperhatikan juga jika kamu sudah menggunakaan salah satu jenis produk eksfoliasi, sebaiknya hindari penggunaan produk eksfoliasi lainnya dalam waktu bersamaan. Misal, setelah kamu menggunakan face brush atau scrub, hindari penggunaan masker clay setelahnya atau exfoliating serum/toner. Penggunaan produk eksfoliasi ini cukup 2-3x seminggu saja. Untuk pemula atau yang baru memulai bisa menggunakan 1x seminggu dulu, setelah dirasa aman bisa menambah 2 sampai 3x seminggu. Penggunaan produk terlalu sering dan terlalu banyak produk juga bisa menyebabkan over exfoliating.

Sebaiknya gunakan produk eksfoliasi di malam hari ya. jangan lupa juga loh, setelahnya pakai produk eksfoliasi gunakan juga produk yang hydrating. Karena kunci kulit bersinar dan berembun orang korea adalah dari kulit yang lembab atau terhidrasi dengan baik. Produk hydrating biasanya ditandai dengan ingredient, seperti Hyaluronic acid, aloe vera, rose water, glycerin, dan lainnya.

Boleh hydrating toner atau hydrating serum dan tetap di segel oleh pelembab di akhir rangkaian skincare agar hidrasi sebelumnya tidak menguap lagi.

Terakhir, jika kamu menggunakan produk eksfoliasi di malam hari, pagi harinya jangan lupa menggunakan sunscreen karena kulit akan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Eh tapi, walaupun tidak pakai produk eksfoliasi, pakai sunscreen tetap wajib loh (baca: Mengapa harus pakai sunscreen setiap hari). Jadi, sebelum mencoba menggunakan produk eksfoliasi pastikan dulu kamu sudah lulus basic skincarenya ya ...








  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. Lengkap nih ulasannya. Biasanya saya cuek ngurus wajah. Tapi ini Saya dah mulai empatpuluhan. sepertinya sudah perlu lebih perhatian ekstra denga perawatan wajah.

    ReplyDelete
  2. Sekarang produk eksfoliasi lokal yang lagi hits dari avo skin mbak. . Tapi karena mukaku sering kena pixi glow tonic, jadinya ga nampol lagi.. Huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya betul yang ada ketiga jenis exfoliatornya itu ya? saya belum coba, ini pake krave beauty kurang greget juga.

      Delete